Dokter Kami Sahabat Anda

Sabtu, 20 September 2014

TAHI LALAT, “GEJALA KANKER KULIT” ATAU SEKEDAR MITOS

Ibu X : ibu anaknya cantik sekali, ini nanti kalau sudah besar pasti cantik mirip mamahnya
Ibu Y : ah ibu bisa saja (senyum simpul sembunyi gigi)
Ibu X : ini ada tahi lalat di hidungnya…iiih jadi makin lucu (nyubit pake gegep)
Ibu Y : iyah ada tuh kecil (sambil nunjuk)
Ibu X : ini tanda baik lho bu, tandanya ini anak nanti banyak rizkinya
Ibu Y : amin, semoga ya bu
Tentu kita sering mendengar mitos seputar tahi lalat, ada yang bilang bahwa tahi lalat mengandung firasat ini dan itu. Boleh percaya atau tidak bahwa tahi lalat oleh sebagaian orang dianggap menjadi pemanis penampilan seseorang. Tetapi sebenarnya apa itu tahi lalat secara medis?
Tahi lalat atau nevus pigmentosus) merupakan tumor jinak pada kulit yang paling umum dijumpai pada manusia. Tumor jinak ini khas berwarna gelap, besarnya menetap, meski ada juga yang terus membesar. Sebagian besar tahi lalat memang dibawa sejak lahir, tapi bisa juga baru muncul saat dewasa.

Faktor penyebab :
Secara umum pemicu munculnya tahi lalat adalah sering kontak dengan sinar matahari, sehingga berdampak pada meningkatnya pigmen melanin. Dapat pula tahi lalat terjadi karena faktor genetik, obat-obatan pemutih kulit, makanan cepat saji, atau bahan-bahan yang mengandung arsen. Tahi lalat juga merupakan indikasi adanya penumpukan pigmen yang sudah tertahan di bawah kulit sejak janin. Pigmen-pigmen ini memiliki sarang di bawah kulit dan bisa timbul sewaktu-waktu. Itulah sebabnya tahi lalat bisa bertambah banyak seiring bertambahnya usia.
Cara Deteksi :






Mendeteksi tahi lalat yang ternyata adalah kanker tidak sedemikian sulit. Ada panduan tertentu yang menunjukkan bahwa tahi lalat itu berbahaya. Dikutip dari mayoclinic, inilah cara mendeteksi tahi lalat yang berbahaya dengan metode ABCDE yaitu antara lain:
A. Untuk Asimetris.
Artinya, tahi lalat yang berbahaya adalah yang bentuknya tidak beraturan dan cenderung tidak bulat. Entah itu mirip seperti pulau, baik menonjol maupun tidak. Anda bisa mencari di beberapa bagian tubuh apakah ada tahi lalat dengan bentuk tak beraturan.
B. Untuk Lekuk (Border) tidak beraturan.
Tahi lalat berbahaya apabila ia memiliki lekuk-lekuk di sisi terluar bentuknya.
C. Untuk perubahan (Change) warna.
Pada umumnya, tahi lalat berwarna hitam atau merah, namun apabila ia berbahaya ia akan sering berubah warna seiring dengan perkembangan ukurannya.
D. Untuk Diameter.
Tahi lalat berbahaya bila ukurannya berkembang dan bertambah besar.
E. Adalah untuk pembesaran (Envolving)
Tahi lalat berbahaya apabila ia berubah ukuran menjadi besar, berubah warna, serta menimbulkan rasa gatal. Dalam kasus yang cukup parah, tahi lalat dapat mengeluarkan darah, di sinilah Anda patut segera mengunjungi dokter agar segera mendapat penanganan.

Bagi pembaca yang masih memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berkonsultasi silakan datang ke Rumah Sakit Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” dan apabila Anda berminat ingin berobat, mengetahui lebih lanjut silahkan lihat, datang, tanyakan, buktikan sendiri atau konsultasikan segera diri Anda ke Jalan Tubagus Ismail VII No.21 Dago Kota Bandung Provinsi Jawa Barat – INDONESIA Phone: +62 - (022) 253-1000 / Fax. (022) 251-6663 / Mobile: +62 – 0812.2023.2009 (Ginjal) / +62 – 0878.9537.5000 (Diabetes Mellitus) / +62 – 0856.9518.6000 (Kanker) / +62 - 0822.1848.2898 (Jantung) PIN Blackberry: 7E8C39F5 (UMUM), 7EBA27CF (KANKER), 7E7C3491 (GINJAL) (Rumah Sakit Komplementer Canon Medicinae Indonesia hanya ada di Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat – INDONESIA).

Team Farmasi RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” – Bandung – Jawa Barat - INDONESIA